Asik

Minggu, 28 Juni 2015

Belajar Sintesis Kimia dari Alam Sekitar

Coba perhatikan alam sekitar kita. Tuhan memang sungguh Maha Pemurah dan Maha Penyayang. Semua yang kita butuhkan semua sudah tersedia di alam. Alam adalah ayat kauniyah Tuhan di mana kita bisa belajar, berpikir dan menggali segala macam ilmu. Nenek moyang kita zaman dulu sudah begitu terampilnya meracik obat-obatan dan makanan dari alam, baik melalui trial and error maupun dari ilmu turun temurun sebelumnya. Seperti halnya penemuan pinicillin, kafein, maupun penemuan logam-logam mulia. Lantas apakah manusia cukup berpangku tangan begitu saja untuk menunggu semuanya keajaiban dari Tuhan dan hanya mengambil dan mengambil? Berapa ledakan populasi dunia setiap tahunnya? Berapa kapasitas alam bisa mensupplai semua kebutuhan manusia? Apakah manusia Stagnant dan puas dengan kondisinya? Tentu saja tidak! Kehidupan senantiasa berjalan dinamis, muncullah ide-ide inovasi manusia sebagai satu-satunya makhluk Tuhan yang diberi anugrah insting kecerdasan. Revolusi dalam bidang ilmu pengetahuan teknologi dan informasi sangat memegang peranan penting.

Chemistry is the creative Force!”
Seiring dengan berjalannya waktu akhirnya manusia kreatif untuk membuat sesuatu yang bersifat artifisial. Berbagai Bahan alam yang diekstrak/diisolasi baik dari dunia tumbuh-tumbuhan dan binatang, mikroorganisme, sumber daya kelautan, yang biasanya mengandung senyawa kimia baru di pelajari melalui proses screening, mulai dari penentuan strukturnya, aktivitas biologis, sampai aspek farmakologinya. Proses inilah yang mendorong penemuan maupun desain obat baru. Bukan hanya senyawa bahan alam, inovasi dalam berbagai material pun tak kalah majunya. Penggunaan plastik dalam sehari-sehari sebagai contoh yang paling sederhana, mulai dari kantong plastik, botol, perabot rumah tangga sampai bahan mobil maupun pesawat terbang semua juga menggunakan inovasi material. Seperti halnya di negara-negara maju yang notabene tidak begitu kaya akan hasil alam mereka sangat giatnya mensintesis smart compounds atau molekul “cerdas”dengan melihat berbagi sampel di alam. Mulai dari pembuatan senyawa untukterapi kanker, katalis, energi terbarukan, seperti sel surya maupun inovasi fuel
cell (sel bahan bakar; dengan hidrogen sebagai bahan bakarnya), molekul untukmagnet dan sensor semua dipelajari dan bisa diproduksi. Disinilah kenapa kimiamenjadi sangat penting. Semua unsur-unsur dalam alam ini dengan berbagaimodifikasinya bisa dipelajari sifat dan kegunaannya untuk kehidupan manusia.
Sebagai contoh sederhana, coba kita amati struktur klorofil yang ada padatumbuh-tumbuhan berfungsi untuk menangkap dan mentransfer sinar mataharikemudian mengkonversi CO2 dan air menjadi karbohidrat yang sangat bergunaplus oksigen.
6CO2 + 6H2O + Energi → C6H12O6 + 6O2


Klorofil yang sebenarnya terdiri dari berbagaimacam jenis itu, ada klorofil a,b,c,d dan adajuga bakterioklorofil a-g itu secara umumterdiri dari gugus dasar porphirin (N4-yangberselang seling aromatik) berkoordinasidengan logam Mg, hanya rantai alifatik yangmengikuti saja yang membuatnya berbeda. Disini kita bisa belajar dari alam, bahwa untukmenciptakan suatu sistem yang bisamentransfer energi perlu adanya ikatanselang seling yang akan digunakan untuktransfer elektron yang berperan sebagai pembawa energi. Dari sinilah parailmuwan yang menekuni organic solar cell, polimer konduktif (polimer yang bisamenghantarkan listrik), luminescence dll. memulai ide itu.

And…
it is absolutely true that "Synthesis is the most creative thing we do inchemistry"
Bagaimana tidak? Segala yang kita pelajari di kimia pada intinya akanmengerucut pada sintesis. Kita belajar tentang pH, buffer, elektrokimia,stoikiometri, spektroskopi, dan metode-metode analisis lainnya, semua itu padadasarnya elemen-elemen penyusun dalam suksesnya suatu sintesis. Reaksi–reaksidasar dalam kimia seperti oksidasi, reduksi, Grignard, Sandmayer, dan bahkanreaksi kopling Suzuki merupakan bagian-bagian pengetahuan fundamental dalamkimia sintesis. Kalau kita ingat bahwa pemenang hadiah Nobel bidang kimiatahun 2010 ini adalah Richard F. Heck, Eichi Negishi dan Akira Suzuki tentangreaksi cross coupling yang dikatalisis oleh palladium (Pd) metal dalam kimiaorganik. Temuan ini sangat fundamental dalam reaksi kimia untuk menciptakanikatan karbon-karbon dalam sintesis organik.

Satu sisi yang khas dalam sintesis adalah seni sintesis itu sendiri, karena padadasarnya tidak hanya ada satu formulasi saja untuk sintesis suatu target molekul,melainkan banyak jalan yang bisa ditempuh. Istilah banyak jalan menuju Romamemang sangat cocok dengan falsafah sintesis. Berikut ada contoh sederhanasynthesis Vitamin C ( asam L-ascorbat) yang merupakan hasil konversi satu stepdari D-glukosa yang melibatkan proses oksidasi menggunakan asam hipoklorit(HOCl) dan menggunakan katalis cobalt oxide (Murphy et al. US Patent005998634A). Penemuan ini dikuatkan oleh Shenqing (2010) dengan langkahreaksi yang sama hanya saja menggunakan HCl dan Na2CO3 dalam metanol,dengan HOCl digenerasi secara insitu.


Metode pendekatan yang handal untuk merancang suatu sinthesis dikenal dengan"retrosintesis", di mana kita mulai dari molekul target kemudian kita coba untukmemotong menjadi bagian-bagian kecil yang mudah dikenali sebagai material awalyang tersedia baik secara komersial maupun tersedia di alam dalam jumlahmelimpah. Setiap langkah mudur tersebut dikenali sebagai proses transformasiyang kemudian dibalik nantinya menjadi langkah sintesis yang sesungguhnya.Ada dua pendekatan dalam retrosintesis ini, yaitu konvergen dan linear. Dalampendekatan konvergen dimungkinkan bisa ada lebih dari satu alternatif startingmaterial, sementara dalam pendekatan linear hanya ada satu starting material.Perhatikan skema berikut ini untuk lebih jelasnya.


Metode sintesis di atas sangat berguna untuk sintesis senyawa-senyawa yang lebih kompleks terutama senyawa baru yang hasil screening bahan alam, misalnya curacin A diperoleh dari cyanobakteri laut yang menunjukkan aktivitas antitumor. Sintesis senyawa kompleks membutuhkan planing yang bagus dan ilmu pengetahuan yang dalam tentang berbagai macam variasi reaksi. Hal ini merupakan tantangan bersama para ilmuwan untuk terus mengembangkan intelektualnya. Hal yang perlu diingat bahwa tidak semua bahan alam bisa disintesis secara total. Untuk senyawa yang sangat-sangat kompleks, telalu lama dan terlalu mahal untuk disintesis dalam skala industri. Tuhan telah banyak sekali memberi pelajaran melalui alam ciptaannya bagi manusia. Sejauh mana manusia berpikir dan bersyukur atas semua? Semakin dalam seseorang mempelajari ilmu, tentunya menjadikan dia semakin dekat dengan Pencipta-Nya.

Penulis
Witri Wahyu Lestari, mahasiswi doktor bidang kimia anorganik di Universitaet Leipzig, Jerman, juga staf dosen di UNS Solo. Kontak penulis: uwitwl@yahoo.com.

Tidak ada komentar: