Asik

Tampilkan postingan dengan label Percobaan/Praktikum Fisika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Percobaan/Praktikum Fisika. Tampilkan semua postingan

Rabu, 23 November 2022

Refleksi Pembelajaran Penentuan Solusi

Refleksi Pembelajaran  Penentuan Solusi

PPG Dalam Jabatan Kategori 1 Gelombang II Tahun 2022


Berdasarkan serangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan, maka “Refleksi Pembelajaran  Penentuan Solusi” yang dapat saya sampaikan adalah:

  1. Kegiatan apa yang belum dilaksanakan dalam pembelajaran ini?

Serangkaian kegiatan telah saya lalui dari kegiatan 5.a sampai dengan kegiatan 5.i. Oleh karena itu pada refleksi kali ini saya ingin menyampaikan bahwa tidak ada satupun kegiatan yang tidak dilaksanakan dalam pembelajaran kali ini, kegiatan sudah berjalan dengan baik.

  1. Kegiatan apa yang sudah dilaksanakan dalam pembelajaran ini?

Kegiatan yang sudah dilaksanakan dalam pembelajaran penentuan solusi yaitu: melakukan overview, menyimak, mencermati, mencatat hal-hal penting pada orientasi dan apersepsi pengantar materi penentu solusi dengan dosen pengampu dan anggota peserta melalui zoom meet serta melakukan diskusi mengenai cara melakukan analisis solusi yang paling relevan dari alternatif solusi yang telah dieksplorasi yang kemudian akan dituangkan ke dalam LK 2.2 untuk menjadi kesepakatan bersama.

Selanjutnya, melakukan diskusi kembali di ruang kolaborasi kembali terkait dengan materi penentu solusi untuk menentukan solusi yang relevan dan kemudian dianalisis penentuan solusi serta analisis alternatif solusi agar lebih bisa memantapkan dituangkan di LK 2.2 dalam melakukan presentasi melakukan presentasi dari hasil LK 2.2 yang telah dibuat untuk memperoleh masukan/arahan/ bimbingan terhadap hasil yang telah dibuat supaya bisa lebih baik lagi.

Pada kegiatan ini, kita kembali melakukan presentasi terkait tuangan LK 2.2 yang telah dibuat untuk memperoleh masukan/arahan/ bimbingan terhadap hasil yang telah dibuat supaya bisa lebih baik untuk diunggah Melakukan pengumpulan/pengunggahan LK 2.2 penentu solusi masalah yang sudah final melakukan refleksi terkait dengan kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan terkait dengan penentu solusi masalah.

  1. Upaya yang akan dilakukan untuk mengatasi kegiatan yang belum dilaksanakan dalam pembelajaran ini?

Karena kegiatan yang dilakukan semuanya terlaksana dengan baik, maka saya selanjutnya mencermati masalah-masalah yang akan diselesaikan sehingga bisa menemukan solusi yang sesuai. 

  1. Upaya apa yang akan dilakukan untuk keberlanjutan dari kegiatan yang sudah dilaksanakan dalam pembelajaran ini?

Setelah selesaikan kegiatan ini, kami melanjutkan pada tahapan berikutnya yaitu membuat rencana aksi berdasarkan solusi yang telah dipilih pada LK sebelumnya. Strategi untuk berhasilnya solusi ini dengan cara menyusun perangkat yang baik dan relevan terhadap pemecahan masalah yang dihadapi. Selanjutnya kami juga berkonsultasi kepada dosen pembimbing, guru pamong, kepala sekolah dan narasumber lain yang relevan.


Senin, 12 Mei 2014

Percobaan Fisika Lucu dan Menarik

Seberapa sering kita melakukan percobaan Fisika?? Pastinya jarang sekali bukan? Padahal begitu banyak hal yang sederhana dalam kehidupan sehari-hari berkaitan erat dengan konsep-konsep fisika. Bahkan tidak jarang konsep-konsep fisika ini digunakan dalam permainan-permainan dalam keseharian anak-anak dan namanya juga lucu-lucu. Seperti beberapa percobaan fisika berikut ini.


Cekidot... 

1.     Antara Lilin dan Air

a.      Alat dan bahan
1)      Gelas kimia 1000 ml
2)      Gelas kimia 100 ml
3)      Korek api
4)      Lilin
b.      Cara kerja
1)      Pasang lilin di dalam gelas kimia 1000 ml, isi air hingga tiga per empat tinggi lilin
2)      Tutupi nyala lilin dengan gelas kimia 100 ml yang ditangkupkan. Tahan gelas pada permukaan air.
3)      Amati permukaan air di dalam gelas kimia 1000 ml dan di dalam gelas kimia 100 ml. Amati juga nyala lilin dalam gelas.
c.       Keterangan
Lilin yang terbakar memerlukan oksigen. Saat gelas ditangkupkan di atas nyala lilin, oksigen akan berkurang sehingga terjadi perbedaan tekanan antara di dalam dan di luar gelas kecil. Di dalam gelas kecil tekanannya lebih rendah di bandingkan dengan yang di luar. Maka, tekanan di luar gelas kecil mendorong air ke atas, sehingga permukaan air dalam gelas kecil naik.

2.     Telur Centil

a.      Alat dan bahan
1)      3 buah silinder ukur 1000 ml
2)      3 buah telur
3)      Garam dapur (NaCl)
b.      Cara kerja
1)      Isi silinder ukur 1 dengan larutan jenuh  NaCl ( garam dapur) dan silinder ukur 3 dengan air.
2)      Masukkan masing-masing satu butir telur ke dalam tiap silinder ukur tersebut.
3)      Buatlah larutan garam sebanyak setengah tinggi silinder ukur 2, kemudian masukkan air, lalu masukkan telur ke dalamnya.
4)      Amati yang terjadi dan bandingkan posisi masing-masing telur pada tiap selinder ukur.
c.       Keterangan
Pada gelas ukur 1 telur terapung, pada gelas ukur 2 telur melayang sedangkan pada gelas ukur 3 telur tenggelam. Semua ini terjadi tergantung pada berat jenis larutannya. Berat jenis larutan garam lebih besar daripada air, sehingga pada larutan garam telur terapung.

3.     Api Loncat

a.      Alat dan Bahan
1)      Korek Api
2)      Lilin
3)      Piring plastik
b.      Prosedur
1)      Nyalakan lili,simpan di ata piring plastic
2)      Biarkan beberapa saat
3)      Nyalakan korek api yang lain dan matikan lilin
4)      Dekatkan segera api dari korek api pada asap lilin.
c.       Pertanyaan
Bila api di dekatkan pada asap lilin apa yang terjadi pada lilin ?
d.      Jawaban
Api melompat dari korek api ke sumbu lilin dan lilin kembali menyala
e.      Konsep
Api dapat menyala oleh karena 3 hal, yaitu sumber panas, bahan bakar dan oksigen. Di dalam percobaanmu, sumber panas adalah gesekan antara batang korek api dengan dinding korek api. Bahan bakarnya adalah lilin, sedangkan oksigen diperoleh dari udara sekitar. Setelah beberapa waktu dibakar sebagian lilin menguap dalam bentuk asap. Jadi ketika kamu matikan lilin, lalu kamu sentuhkan api ke asap sumbu lilin kembali menyala. Dengan kata lain, pada asap masih terdapat uap lilin yang berfungsi sebagai bahan bakar.

Minggu, 27 April 2014

Percobaan Konsep Fisika dalam Permainan Anak-anak


Begitu banyak hal yang sederhana dalam kehidupan sehari-hari berkaitan erat dengan konsep-konsep fisika. Bahkan tidak jarang konsep-konsep fisika ini digunakan dalam permainan-permainan dalam keseharian anak-anak. Seperti beberapa percobaan fisika berikut ini.

Cekidot... 

1.     Bernoulli

a.      Prosedur
Letakkan kertas yang cukup tebal atau karton yang telah dilengkungkan menurut pajangnya dimeja.
b.      Pertanyaan
 Apa yang akan terjadi jika kita meniup bagian bawah karton dengan keras??? Apakah karton itu akan terguling?
c.       Ternya karton itu tidak akan terangkat dari meja seberapa kerasnya pun kita meniup, malah sebaliknya karton itu akan merapat pada meja. Hal ini sesuai dengan apa yang diungkapkan oleh Daniel Bernoulli, seorang ilmuan swiss abad ke-18. Tekanan gas pada kecepatan udara yang meningkat, akan berkurang. Dalam arus udara dibawah karton timbul kekurangan tekanan sedangkan tekanan udara yang normal diatas karton, menekannya kebawah.

2.     Termometer Sederhana

a.      Alat dan Bahan
1)      Air atau alkohol
2)      Pewarna
3)      Botol
4)      Sedotan 
5)      Malam atau tanah liat
b.      Prosedur
1)      Tuangkan sedikit air yang diberi warna ke dalam botol.
2)      Masukkan sedotan minuman hingga menyentuh permukaan air dalam botol.
3)      Tutup dengan rapat-rapat sekeliling ujung lubang leher botol dengan tanah liat sehingga tidak ada udara yang bisa masuk.
4)      Gosok dengan tangan botol tersebut
c.       Pertanyaan
Apa yang terjadi pada air,diam atau naik?
d.      Jawaban
Air akan naik
e.      Konsep
Ketika kita menggosok-gosok botol tersebut dengan tangan, udara yang tertutup dalam botol memuai karena gaya gesekan antara tangan dan botol. Molekul-molekul bertabrakan makin cepat dan lebih keras. Udara menekan permukaan air dan air naik ke dalam pipa sedotan, sehingga kedudukan permukaan air dalam pipa sedotan menunjukkan derajat panas. Dalam termometer biasa yang memuai adalah raksa yang berada dalam pipa kapiler.

3.     Papan Jungkat-Jungkit

a.      Bahan-bahan
1)      Pisau kupas
2)      Lilin sepanjang 25 cm
3)      Penggaris
4)      Dua gelas minum yang tinggi
5)      Dua buah lepak
6)      Korek api
b.      Praktek
1)      Letakan kedua gelas sihingga berhadapan.
2)      Tusuk bagian tengah kedua lilin dengan jarum( biarkan meskipun tidak berada pada titik tengahnya)
3)      Letakan ujung-ujung jarum yang telah menusuk lilin itu pada bibir kedua gelas.
4)      Lalu bakar kedua sumbu.
c.       Pertanyaan
Apa yang akan terjadi pada lilin itu??? Mengapa demikian??
d.      Hasil
Lilin memang pada awalnya berat sebelah karena posisi jarum tidak tepat ada di titik beratnya. Namun api yang dibawah akan lebih cepat membakar/melelehkan lilin karena posisi api ke atas. Setelah beberaopa lama lilin akan berada pada keadaan kesetimbang, dan kemuadian akan berjungkat-jungkit secara sendirinya. Hal ini terjadi karena perubahan titik berat yang terjadi secara bergantian dan berperiodik antara ujung satu dengan ujung yang lainnya.


Semoga bermanfaat...

Sabtu, 19 April 2014

Percobaan Fisika Bermain dengan Barang Bekas

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering kali menganggap bahwa semua fenomena terjadi begitu saja. Padahal banyak dari fenomena itu merupakan kejadian-kejadian ilmiah yang dapat dijelaskan dengan konsep-konsep fisika. Seperti halnya beberapa percobaan berikut ini.

Cekidot...

1.        Bermain Dengan Serbuk Besi
Magnet akan berinteraksi dengan butiran kecil besi, yang biasa disebut sebagai serbuk besi. Tapi, apakah magnet tetap akan menarik serbuk besi jika dicampur dengan bahan bukan magnet seperti garam?
Apa Yang Kamu Butuhkan?
1.        Sebuah magnet tapal kuda (magnet U)
2.        Kertas
3.        Serbuk besi
4.        Garam
5.        Sendok the
Cobalah Ini:
1.        Campurkan satu sendok teh serbuk besi dan satu sendok teh garam pada selembar kertas. Mintalah bantuan orang yang lebih tua agar tidak mengotori badanmu. Buatlah agar campuran tersebut tidak menumpuk dan merata pada kertas. Lalu, dekatkanlah magnet U tersebut ke atas permukaan campuran magnet tadi. Apa yang terjadi?
2.        Buanglah garam yang tersisa pada kertas dan lepaskan serbuk besi yang menempel pada magnet. Kumpulkan kembali serbuk besinya agar dapat digunakan kembali.
Fakta Mengenai Magnet:
Ketika ada campuran besi dan bahan lain yang tidak tertarik magnet seperti garam, maka hanya serbuk besi yang dapat tertarik magnet. Magnet juga sering digunakan untuk memisahkan besi dan baja dari bahan lainnya.  Contohnya, pada pabrik obat dan makanan. Mereka menggunakan magnet untuk memisahkan besi dari obat dan makanan mereka agar lebih aman untuk dikonsumsi.

2.        Inersia Dalam Potongan
Kamu pernah membantu ibu memotong sayuran atau buah, disanalah fisikanya berlaku.
Apa Yang Kamu Butuhkan?
1.        Pisau
2.        Kentang
3.        Selembar kertas
Cobalah Ini:
Untuk percobaan yang pertama, sederhana saja. Potonglah kentang dengan menggunakan pisau. Hasilnya, kentang akan terpotong. Mungkin kamu berpikir karena pisaunya tajam. Kamu sekarang harus melakukan percobaan ini, potonglah kentang dengan selembar kertas. Kamu pegang ujung-ujung dari kertas. Usahakan agar kertasnya dalam keadaan tegang. Hentakkan dengan cepat dan keras ke kentang. Apa yag terjadi? Apakah kentangnya terpotong?
Apa yang terjadi?
Tentu saja kentangnya dapat terpotong. Hanya dengan kertas! Ini semua bisa dilakukan karena adanya inersia. Ketika kita menggerakkan kertas, kita menggerakkan kertas dengan memberikannya kecepatan dan gaya yang konstan. Sedangkan kentang tetap diam. Kentang akan berusaha tetap diam pada saat kertas menyentuh kentang, dan kertas sendiri akan berusaha untuk tetap bergerak. Akibatnya kertas dapat memotong menembus kentang. Kecendrungan benda untuk mempertahankan posisinya ini disebut inersia.

Selamat mencoba ...
Semoga bermanfaat
:-)
:-D

Jumat, 18 April 2014

Percobaan Konsep Fisika seperti Sulap


Begitu banyak hal yang sederhana dalam kehidupan sehari-hari berkaitan erat dengan konsep-konsep fisika. Bahkan tidak jarang konsep-konsep fisika ini digunakan dalam percobaan-percobaan sulap. Seperti beberapa percobaan fisika berikut ini.

Cekidot... 

1.     Koin Hilang

a.      Alat dan Bahan
1)      Koin
2)      Gelas
3)      Air
b.      Langkah-Langkah
1)      Letakkan koin di atas meja
2)      Kemudian taruh gelas di atas koin tersebut
3)      Isi gelas dengan air bening sampai penuh
4)      Tutup gelas
c.       Pertanyaan
Ketika air dimasukkan kedalam gelas apakah koin masih terlihat atau tidak?
d.      Jawaban
Tidak
e.      Konsep
Untuk dapat melihat benda harus ada cahaya yang mengenainya dan cahaya tersebut dipantulkan lagi ke mata kita. Gelas adalah benda bening sehingga meneruskan hampir seluruh cahaya yang diterimanya. Oleh karena itu koin kelihatan. Air juga benda bening, akan tetapi koin tidak kelihatan,Ini membuktikan kepada kita bahwa cahaya yang datang dan melewati dinding gelas berisi air mengalami perubahan arah atau pembelokan atau pembiasan. Akibatnya cahaya tidak lagi jatuh ke dasar gelas, sehingga koin menjadi tidak terlihat

2.     Logam Berubah Bentuk

a.      Prosedur Percobaan
Letakan tiga mata uang berderet di meja; yang dua bersentuhan, yang satu agak berjarak. Tekan sekuat tenaga mata uang yang tengah dan sentillah mata uang yang tepisah sehingga menumbuk mata uang yang tengah.
b.      Pertanyaan
Apa yang akan terjadi? Dan mengapa terjadi demikian???
c.       Jawab
Mata uang yang ketiga akan terpental, walaupun yang ditengah tidak berubah tempat.
d.      Alasannya
Benda padat sedikit banyak memiliki sifat elastisitas., ini terbukti dari baja misalnya jika dijadikan pegas. Dalam percobaan ini tanpa kelihatan karena cepatnya, mata uang yang ditengah terpadatkan dan kemudian memuai kearah yang berlawanan, sebelum kembali ke bentuk asal. Karena kekenyalan logam itu, tumbukan disalurkan ( diteruskan).
e.      Catatan: jika uang logam yang ditumbuk tidak ditekan maka kelajuan uang logam yang berada pada posisi ketiga akan lebih kecil, hal ini terjadi karena setelah tumbukan logam pertama dan kedua menyatu/massanya satu (tumbukan tidak lenting sama sekali) sehingga kelajuannya lebih kecil karena momentumnya tetap.

3.     Gunung Air

a.      Alat dan bahan
1)      Gelas
2)      Air
3)      Uang logam
b.      Langkah kerja
Isilah gelas yang kering dengan air sampai bibirnya tanpa ada yang meluap
c.       Pertanyaan
Apakah yang tarjadi pada permukaaan airnya jika diluncurkan uang logam satu demi satu ke dalam gelas itu?
d.      Pembahasan
Saat uang logam di masukkan ke dalam gelas maka air tidak akan meluap, terbentuklah gunung air. Yang menyebabkan ini adalah tegangan permukaan yang disebabkan daya tarik antar molekul (kohesi).

Selamat mencoba, semoga bermanfaat !!!

Sumber: Pengalaman dalam pembelajaran