Asik

Senin, 17 November 2014

Penjelasan Atmosfer (Kaitan Atmosfer dengan Aspek Ketuhanan dan Aspek Pendidikan)

A.    Pengertian Atmosfer
Bumi merupakan salah satu planet yang ada di tata surya yang memiliki selubung yang berlapis-lapis. Selubung bumi tersebut berupa lapisan udara yang disebut atmosfer. Atmosfer terdiri atas bermacam-macam unsur gas dan di dalamnya terjadi proses pembentukan dan perubahan cuaca dan iklim. Atmosfer melindungi manusia dari sinar matahari yang berlebihan dan meteor-meteor yang ada. Adanya atmosfer bumi memeperkecil perbedaan temperature siang dan malam. Gejala yang terjadi di atmosfer sangat banyak dan beragam. Pada lapisan bawah angina berhembus, angin terbentuk, hujan dan salju jatuh, dan terjadilah musim panas dan musim dingin. Semua ini merupakan gejala yang lazim terjadi yang sering disebut cuaca.
Atmosfer bumi merupakan selubung gas yang menyelimuti permukaan padat dan cair pada bumi. Selubung ini membentang ke atas sejauh beratus – ratus kilometer, dan akhirnya bertemu dengan medium antar planet yang berkerapatan rendah dalam system tata surya. Atmosfer terdapat dari ketinggian 0 km di atas permukaan tanah sampai dengan sekitar 560 km dari atas permukaan bumi.
Dalam arti lain, atmosfer adalah lapisan gas yang melingkupi sebuah planet. Semua planet yang selama ini sudah diketahui oleh manusia memiliki atmosfer, yang membedakannya adalah susunan atmosfer, persentase materi (gas) penyusun materi dan materi penyusun atmosfer itu sendiri. Dalam pembahasan selanjutnya yang dimaksud atmosfer adalah lapisan gas yang melingkupi bumi. Jad janga alihkan pemkiran anda pada hal selain bumi. Kecuali jika anda ingin sedikit salah kaprah tentang arti atmosfer.
B.     Struktur Atmosfer dan Karakteristiknya
Jika temperatur vertikal di pakai sebagai dasar pembagian atmosfer, maka terdapat diskontinuitas profil temperatur yang menandai lapisan-lapisan atmosfer, yaitu troposfer, stratosfer, mesosfer, dan termosfer. Puncak dari lapisan-lapisanini disebut tropopause, stratopause, mesopause, dan termopause. Atmosfer adalah rahmat Allah kepada umat manusia. Tanpa atmosfer hampir mustahil ada kehidupan di dunia ini. Atmosfer mempunyai struktur sebagai berikut:
1.      Trofosfer
Merupakan lapisan terendah, kombinasi gasnya sangat cocok untuk kehidupan. Lapisan ini adalah lapisan paling tipis dan sangat aman dari pancaran radiasi. Dengan ketinggian 0 Km – 16 Km diatas permukaan laut., pada lapisan ini segala macam bentuk cuaca, suhu, kelembaban, tekanan dan angin yang kita rasakan berlangsung.
Ketinggian yang paling rendah adalah bagian yang paling hangat dari troposfer, karena permukaan bumi menyerap radiasi panas dari matahari dan menyalurkan panasnya ke udara. Biasanya, jika ketinggian bertambah, suhu udara akan berkurang secara tunak (steady), dari sekitar 17 sampai -52. Pada permukaan bumi yang tertentu, seperti daerah pegunungan dan dataran tinggi dapat menyebabkan anomali terhadap gradien suhu tersebut.Tebal troposfer sekitar 10 km. Pada troposfer ini terdapat gas-gas rumah kaca yang menyebabkan efek rumah kaca dan pemanasan global. Troposfer terdiri atas:
a.  Lapisan planetair               : 0-1 km
b.  Lapisan konveksi              : 1-8 km
c.  Lapisan tropopause           : 8-12 km
Tropopause merupakan lapisan pembatas antara lapisan troposfer dengan stratosfer yang temperaturnya relative konstan. Pada lapisan tropopause kegiatan udara secara vertical terhenti
Lapisan atmosfer troposfer adalah lapisan yang terdekat  ke permukaan bumi. Lapisan ini masih memungkinkan manusia untuk bernafas dengan bebas. Di lapisan inilah fenomena cuaca dan iklim terjadi. Selain itu, lapisan ini juga merupakan lapisan atmosfer yang mengandung uap air dan karbondioksida terbanyak dibandingkan dengan lapisan-lapisan lainnya.
2.      Stratosfer
Diantara stratosfer dan troposfer terdapat lapisan yang disebut lapisan Tropopouse. Terletak pada ketinggian 16 Km – 48 Km di atas permukaan laut,pada lapisan ini angin yang sangat kencang terjadi dengan pola aliran yang tertentu. Awan tinggi jenis cirrus kadang-kadang terjadi di lapisan paling bawah, namun tidak ada pola cuaca yang signifikan yang terjadi pada lapisan ini.
Dari bagian tengah stratosfer keatas, pola suhunya berubah menjadi semakin bertambah semakin naik, karena bertambahnya lapisan dengan konsentrasi ozon yang bertambah. Lapisan ozon ini menyerap radiasi sinar ultra ungu. Suhu pada lapisan ini bisa mencapai sekitar 18oC pada ketinggian sekitar 40 km. Lapisan stratopause memisahkan stratosfer dengan lapisan berikutnya. Terdapat  lapisan  ozon, menyerap radiasi sinar ultraviolet tidak terdapat uap air, awan atau debu atmosfer.
Struktur pada lapisan atmosfer stratosfer ini kurang padat jika dibandingkan dengan lapisan-lapisan atmosfer lainnya. Terdiri atas gas-gas yang terdapat dalam troposfer, namun pada lapisan ini mengandung uap air dalam jumlah yang sedikit.
Lapisan ini memiliki suhu lebih dingin dan ditempati oleh lapisan ozon, yaitu sebuah lapisan yang berfungsi sebagai tirai pelindung dari radiasi ultraviolet yang membahayakan yang berasal dari matahari. Lapisan ozon inilah yang rusak jika manusia malakukan aktivitas dengan menggunakan bahan-bahan kimia.
3.      Mesosfer
Terletak pada ketinggian 40 Km diatas permukaan bumi terdapat lapisan transisi menuju lapisan mesosfer. Pada lapisan ini, suhu kembali turun ketika ketinggian bertambah, sampai menjadi sekitar - 143oC di dekat bagian atas dari lapisan ini, yaitu kurang lebih 81 km diatas permukaan bumi. Suhu serendah ini memungkinkan terjadi awan noctilucent, yang terbentuk dari kristal es. Lapisan Mesosfer terletak pada ketinggian 48 Km – 80 Km diatas permukaan laut.Lapisan ini menjadi tameng bumi dari jatuhan meteor dan benda-benda angkasa lainnya.Temperatur terendah di mesosfer kurang dari -810C, dan pada puncak mesosfer suhunya bisa mencapai -1000C.
Susunan Mesosfer berbeda dengan lapisan stratosfer. Kepadatan gas-gas yang terdapat di lapisan atmosfer ini sudah mulai berkurang. Mesosfer memiliki lapisan ion atau udara yang bermuatan listrik yang disebut sebagai lapisan D yang letaknya di ketinggian 50-70 km di atas permukaan bumi.
Atom-atom pada lapisan ini terionisasi dan mampu memantulkan pancaran radio gelombang pendek. Area ini sering dinamakan ionosfer. Ionosfer ini memiliki peranan penting dalam penggunaan komunikasi radio global.
4.      Termosfer
Berasal dari bahasa yunani termos, berarti panas. Dalam hal ini yang dimaksudkan bukanlah lapisan yang terpanas, melainkan dinamakan demikian karena terjadi kenaikan suhu yang sangat signifikan. Pada lapisan ini suhu memiliki suhu rata-rata 1982oC.Perubahan ini terjadi karena serapan radiasi sinar ultra ungu. Radiasi ini menyebabkan reaksi kimia sehingga membentuk lapisan bermuatan listrik yang dikenal dengan nama ionosfer, yang dapat memantulkan gelombang radio. Sebelum munculnya era satelit, lapisan ini berguna untuk membantu memancarkan gelombang radio jarak jauh. Lapisan ini terletak pada ketinggian 80 Km – 483 Km di atas permukaan laut.Disebut juga lapisan ionosfer.Sebelum ada satelit, lapisan ini berguna untuk membantu memancarkan gelombang radio jarak jauh.
Lapisan ini memiliki kerapatan udara yang sangat renggang sehingga hampir mendekati kondisi ruang hampa udara. Walaupun begitu, udara di lapisan ini cukup padat dan masih mampu membakar meteor yang sedang melaju turun pada ketinggian 300 km.
Hampir semua atom gas pada lapisan ini mengandung muatan listrik akibat terionisasi oleh radiasi matahari dan lain-lain. Lapisan termosfer ini sangat berguna dalam bidang komunikasi. Lapisan inilah yang memantulkan gelombang-gelombang radio ke bumi yang dapat diterima di seluruh dunia.
5.      Eksosfer
Eksosfer adalah lapisan terluar dari atmosfer. Terletak pada ketinggian diatas 483 Km di atas permukaan laut.Adanya refleksi cahaya matahari yang dipantulkan oleh partikel debu meteoritik. Cahaya matahari yang dipantulkan tersebut juga disebut sebagai cahaya Zodiakal.Lapisan ini merupakan lapisan paling panas. Molekul debu dapat meninggalkan atmosfer sampai ketinggian 3.150 km dari permukaan bumi.Lapisan ini disebut juga ruang antarplanet dan geostasioner.Lapisan ini sangat berbahaya karena merupakan tempat terjadi kehancuran meteor dari angkasa luar.
Lapisan ini adalah lapisan atmosfer terluar yang membentang di angkasa luar dan menyatu dengan atmosfer dan radiasi matahari. Lapisan ini disusun oleh gas hidrogen sebagai gas penyusun utamanya. Di lapisan ini diisi oleh lapisan ultraviolet.
Ciri-Ciri Atmosfer
    1.      Atmosfer bumi ini terdapat pada ketinggian 0 km di atas permukaan tanah sampai dengan sekitar 560     km dari atas permukaan bumi.
    2.      Atmosfer berbentuk selubung udara yang terdiri atas unsur gas, debu, dan uap air.
    Atmosfer terdiri atas beberapa lapisan.
MACAM GAS
VOLUME %
MASSA %
Nitrogen
78,088
75,527
Oksigen
20,949
23,143
Argon
0,930
1,282
Karbon dioksida
0.030
0.045

99,997
99,997

    3.      Setiap lapisan tersebut mempunyai karakteristik dan fungsi masing-masing.   
6.      Komposisi Atmosfer
Atmosfer merupakan media penerima dan perjalanan gas-gas buang /bahan pencemar  ,terutama pada lapisan troposfer. troposfer meliputi ruang mulai pemukaan bumi sampai ketinggian ± 10 Km atau 33,00 ft dengan volume kurang lebih 5,1 x 106  Km3 lapisan ini mengandung sekitar 75% dari massa atmosfer.
Atmosfer atau udara merupakan campuran berbagai macam gas yang bersifat homogen . susunan utama dari udara kering adalah 78,09% nitrogen, 20,95% oksigen, 0,93% gas-gas mulia dan 0,03% karbon dioksida dan beberapa gas lainya dalam jumlah yang sangat kecil.
Tabel 1 Gas utama dalam udara kering

Komposisi atmosfer udara selalu tetap dari dasar hingga 100 kilometer ke atasnya. Komponen utama adalah molekul nitrogen, oksigen, dan argon, dengan perbandingan campuran kira-kira 78%,21% dan 0.9%. Jadi daerah ini disebut “lapisan homogen”. Atmosfer dalam daerah ini homogen karena udara tercampur baik oleh difusi yang disebabkan ukuran vortex yang berbeda-beda (difusi jenis ini disebut “difusi vortex” atau “difusi turbulen”).
Di sisi yang lain, bila ketinggian lebih dari 100 kilometer, komposisi atmosfer berubah sesuai ketinggaian. Semakin ringan gasnya, semakin tinggi daerah distribusi gasnya. Jadi, daerah ini disebut daerah “lapisan heterogen”. Daerah ini heterogen karena kerapatan atmosfer di sini lebih kecil sejuta kali daripada di bawah, sehingga difusi yang disebabkan oleh kolisi atom dan molekul (disebut difusi molekul) menjadi lebih cepat daripada difusi vortex di daerah ini. Semakin ringan molekul dan atomnya, semakin tinggi kecepatan distribusinya. Oleh karena itu, semakin ringan molekulnya, semakin tinggi daerah distribusinya. Dan karena molekul pada daerah yang tinggi terdisosiasi menjadi atom-atom oleh adanya sinar ultraviolet dari matahari, komposisi atmosfer berubah-ubah sesuai dengan urutan berikut (dari lapisan rendah ke lapisan yang lebih tinggi): molekul nitrogen (N2), molekul oksigen (O2), atom nitrogen (N), atom oksigen (O), atom helium (He), dan atom hidrogen (H).
Bagaimanapun, fakta di atas yang menyebutkan bahwa komposisi atmosfer menjadi heterogen pada daerah yang tinggi bukan penyebab mengapa lapisan ozon terbentuk di ketinggian 10-50 kilometer dari tanah. Penyebab sesungguhnya adalah sinar ultraviolet dari matahari, yang sangat penting untuk menghasilkan ozon, hanya bisa mncapai ketinggian tersebut. Sinar matahari terdiri dari sinar dengan kisaran panjang gelombang yang luas seperti sinar ultraviolet, sinar tampak, dan sinar inframerah. Sinar tampak dapat mencapai tanah, sedangkan hampir semua sinar ultraviolet diserap oleh atmosfer. Kemudian hanya sinar ultraviolet terdekat dengan sinar tampak yang bisa mencapai tanah. Ozon (O3) dihasilkan ketika molekul oksigen (O2) berdisosiasi menjadi atom oksigen (O) dengan sinar ultraviolet dan oksigen atom bergabung dengan molekul oksigen (O2).
Lapisan ozon yang rapat ini terbentuk di ketiggian 20-30 kilometer dari tanah. Sejumlah molekul oksigen, yang merupakan penyusun ozon, berkurang seiring dengan ketinggian atmosfer, tapi intensitas sinar ultraviolet, yang memecah molekul oksigen, bertambah seiring dengan ketinggian atmosfer. Berdasarkan dua faktor ini, pembentukan ozon menjadi tertinggi pada lapisan di ketinggian 20-30 kilometer dari tanah.
7.              Manfaat Atmosfer
Atmosfer sebagai lapisan penyusun planet bumi yang melindungi kehidupan di bumi dan penjaga keseimbangan panas bumi. Dengan adanya atmosfer, suhu di bumi menjadi stabil untuk kehidupan manusia, karena adanya efek rumah kaca di atmosfer,sehingga sinar matahari yang masuk atmosfer dapat diserap dan menghangatkan udara. Efek rumah kaca di atmosfer ini dapat menaikan suhu rata-rata di permukaan bumi hingga 33°C yang dari tadinya suhu rata-rata bumi -180C naik menjadi 15°C. seandainya tidak ada efek rumah kaca maka suhu di bumi terlalu dingin bagi kehidupan manusia. Namun beberapa kegiatan manusia, terutama produksi dan konsumsi energi (pembakaran bahan bakar fosil, penebangan dan pembakaran hutan) menyebabkan peningkatan kadar gas-gas rumah  kaca (CO2) di atmosfer, sehingga meningkatkan efek rumah kaca dan terjadi pemanasan global. Selain itu atmosfer berfungsi meneruskan   energi   radiasi   matahari, memantulkan energi radiasi matahari, mengabsorp energi radiasi matahari, memberikan perlindungan terhadap pengaruh sinar kosmik yang berbahaya dari angkasa luar, menyimpan dan mendaur ulang nutrisi, pengaturan keseimbangan energi secara lokal dan global, dan pengaturan iklim secara lokal dan global.
Atmosfer sebagai sumber oksigen bagi pernapasan dan sumber karbondioksida bagi reaksi fotosintesis. Oksigen dipertukarkan antara atmosfer dan kehidupan melalui proses fotosintesis dan respirasi. Fotosintesis menghasilkan oksigen ketika karbon dioksida dan air secara kimiawi diubah menjadi glukosa dengan bantuan sinar matahari. Respirasi adalah proses kebalikan dari fotosintesis. Dalam respirasi, oksigen dikombinasikan dengan glukosa untuk kimia melepaskan energi untuk metabolisme. Produk dari reaksi ini adalah air dan karbon dioksida. Disamping itu atmosfer juga berfungsi sebagai komponen dasar dari siklus hidrologi, atmosfer menjadi media transport air dari lautan kedaratan. selain itu dapat menyerap radiasi elektromagnetik dari sinar matahari.
Atmosfer sebagai penampung berbagai bahan pencemaran yang dihasilkan terutama oleh kegiatan manusia. Ini dapat menyebabkan kualitas atmosfer menurun dan akhirnya akan memberikan dampak negatif bagi keseluruhan mahluk hidup dan kemungkinan menyebabkan perubahan-perubahan sifat atmosfer
Manfaat gas yang terdapat dalam atmosfer antara lain:
-          Nitrogen (N2) jumlahnya paling banyak, meliputi 78 bagian. Nitrogen tidak langsung bergabung dengan unsur lain, tapi merupakan bagian dari senyawa organik.
-          Oksigen (O2) sangat penting bagi kehidupan, yaitu untuk mengubahzat makanan menjadi energi hidup.
-          Karbon dioksida (CO2) menyebabkan efek rumah kaca (greenhouse) transparan terhadap radiasi gelombang pendek dan menyerap radiasigelombang panjang. Dengan demikian kenaikan kosentrasi CO2 di dalam atmosfer akan menyebabkan kenaikan suhu di bumi.
Ozon (O3) adalah gas yang sangat aktif dan merupakan bentuk laindari oksigen. Gas ini terdapat pada ketinggian antara 20 hingga 30 km.Ozon dapat menyerap radiasi ultra violet yang mempunyai energi besardan berbahaya bagi tubuh manusia.
8.      Sifat-sifat Atmosfer
a.       Merupakan selimut gas tebal yang secara menyeluruh menutupi bumi sampai ketinggian 560 km dari permukaan bumi.
b.      Atmosfer bumi tidak mempunyai batas mendadak, tetapi menipis lambat laun dengan menambah ketinggian, tidak ada batas pasti antara atmosfer dan angkasa luar
c.       Tidak berwarna, tidak berbau, tidak  dapat dirasakan, tidak dapat diraba (kecuali bergerak sebagai angin).
d.      Mudah bergerak, dapat ditekan, dapat berkembang.
e.       Mempunyai berat (56 x 1014) ton dan dapat memberikan tekanan 99% dari beratnya berada sampai ketinggian 30 km, dan separuhnya berada di bawah 6000 m.
f.       Memberikan tahanan jika suatu benda melewatinya berupa panas akibat pergesekan ( miasalnya meteor hancur sebelum mencapai permukaan bumi). Sangat penting untuk kehidupan dan sebagai media untuk proses cuaca. Sebagai selimut yang  melindungi bumi terhadap tenaga penuh dari matahari padawaktu siang, menghalangi hilangnya panas pada waktu malam. Tanpa atmosfer suhu bumi pada siang hari 93,3 0C dan pada malam hari -148,90C.
9.      Atmosfer dan Aspek-Aspek Lainnya
1.      Kaitan Atmosfer dengan Aspek Ketuhanan
Dalam Al-quran kata atmosfer disama maknakan dengan kata langit. Seperti tercantum dalam alquran surah Al-Baqarah ayat 29 yang artinya :
 “Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak menuju langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.”(Al Qur’an, 2:29)
Sudah sangat jelas sekali pada ayat diatas dicantumkan bahwa Allah menciptakan langit dengan tujuh lapisan. Seperti sekarang yang telah para ilmuwan dunia akui. Bahkan, yang lebih luar biasanya lagi. Al-quran telah memberitahu manusia sebelum adanya alat yang dapat memastikan kebenaran pernyataan diatas. Jika anda menganggap saya mengada-ngada akan hal ini anda dapat membuka al-quran. Sedangkan dalam surat Fushshilat ayat ke-12 yang artinya:
“Kemudian Dia menuju langit, dan langit itu masih merupakan asap. Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya.”(Al Qur’an, 41:12)
Keajaiban penting lain dalam hal ini disebutkan dalam surat Fushshilat ayat ke-12, “… Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya.” Dengan kata lain, Allah dalam ayat ini menyatakan bahwa Dia memberikan kepada setiap langit tugas atau fungsinya masing-masing. Sebagaimana dapat dipahami, tiap-tiap lapisan atmosfir ini memiliki fungsi penting yang bermanfaat bagi kehidupan umat manusia dan seluruh makhluk hidup lain di Bumi. Setiap lapisan memiliki fungsi khusus.
2.      Kaitan Atmosfer dengan Aspek Pendidikan
Apa yang kita rasakan dewasa ini, dengan cuaca yang semakin tidak menentu. Tidak perlu jauh-jauh’ di daerah anda misalnya. Mungkin untuk beberapa wilayah terjadi penaikan suhu yang sangat signifikan. Sehingga di daerah puncak pun hawa panas sudah merasuk ke dalam tulang. Apa yang telah terjadi dan sedang kita rasakan sekarang memacu manusia untuk berpikir lebih keras lagi untuk menemukan cara bertahan hidup dan lepas dari kemusnahan.
Salah satu cara yang sedang diupayakan oleh para ilmuwan adalah dengan cara menemukan planet baru. Bahkan, mengenai hal yang satu ini banyak sekali media masa yang telah melaporkan proses pencarian planet baru tersebut. Suatu pertanyaan besar akn muncul. Apakah takdir bisa di lawan, mengenai adanya hari kiamat jika manusia terus berusaha?

Referensi
Admiranto, A.Gunawan. 2000. Tata Surya dan Alam Semesta. Yogyakarta: Kanisius.
Bayong Tjasyono, Dr.1999.Klimatologi Umum. Bandung: FMIPA - ITB.
Brian J., Skinner. 1984. Sumber Daya Bumi. Yogyakarta: Gajah Mada University press.p
Murdiyarso, Daniel.2003.Konvesi Perubahan Iklim. Jakarta: Kompas.
Mulyo, Agung. 2004. Pengantar Ilmu Kebumian untuk Pengetahuan Geologi Pemula. Bandung: CV. Pustaka Setia.
Mulyono, Agus & Abtokhi, Ahmad. 2006. Fisika dan Al-Qur’an. Malang: UIN Malang Press.
Philip D. Thompson, Robert O’Brien.1983. Weather. USA: Time Life Book Inc.
Tjasyono, Bayong.2009. Ilmu Kebumian dan Antariksa. Jaakarta:Remaja Rosdakarya.

Tidak ada komentar: